Penutupan proyek EU – ACTIVE, APINDO distribusi publikasi posisi sektor swasta antara Indonesia dan Uni Eropa CEPA

DPN APINDO menggelar pertemuan penutupan proyek dan presentasi key results yang diadakan dalam kerjasamanya dengan Uni Eropa melalui program Advancing Indonesia's Civil Society in Trade and Investment (ACTIVE), pada Kamis (18/12/2014). Dalam acara tersebut, selain menyampaikan berbagai pencapaian proyek, APINDO juga akan mendistribusikan berbagai publikasi hasil studi proyek APINDO EU - ACTIVE.

Menurut Project Manager APINDO - EU ACTIVE, Maya Safira, proyek kerjasama antara Uni Eropa dan APINDO yang telah dijalin selama tiga tahun ini akan segera berakhir pada akhir Desember 2014. Program EU - ACTIVE ini dimaksud untuk menguatkan peran organisasi masyarakat sipil dalam meningkatkan kesiapan Indonesia dalam negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa serta meningkatkan pemahaman dunia usaha Indonesia tentang CEPA dalam strategi integrasi global.

"Selama tiga tahun berjalan, selain mengadakan sosialisasi, capacity building, dan Focus Group Discussion terkait CEPA atau Free Trade Agreement, terdapat beberapa studi yang dilakukan tim kami. Hasil studi tersebut berupa publikasi yang akan didistribusikan dalam proyek dan presentasi key results APINDO-EU ACTIVE dengan mengundang para stakeholder utama proyek ini," urai Maya.

Lebih lanjut, pihaknya akan memaparkan hasil studi proyek APINDO - EU ACTIVE, terutama mengenai APINDO Position Paper terkait Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, dan Survey Daya Saing Bisnis Indonesia kepada para stakeholder utama proyek ACTIVE.

Stakeholder utama yang diundang dalam proyek ini, diantaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Komtap FTA KADIN, The Indonesian Netherlands Association (INA), EKONID, Eurocham, lembaga penelitian, perwakilan beberapa asosiasi sektoral serta media.

Terkait dengan Posisi APINDO terhadap CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa, Sekretaris Dewan Pertimbangan DPN APINDO dan Project Holder APINDO - EU ACTIVE, Chris Kanter, mengatakan bahwa pasar global saat ini masih cukup lesu mengingat era booming komoditas telah usai. Lesunya pasar global ini bisa dilihat dari perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara berkembang utama, seperti Cina dan India, serta pemulihan yang cukup terkatung-katung di sejumlah negara maju. Selain itu, berakhirnya era "uang murah" juga menjadi perkembangan FTA terhadap perekonomian dewasa ini. Oleh karena itu, Chris menegaskan perlunya fokus pada produktivitas, inovasi, dan orientasi yang lebih besar pada pasar global.

Sementara itu, Direktur Eksekutif APINDO, Agung Pambudhi menyampaikan terima kasih bagi Uni Eropa yang telah mendukung proyek ACTIVE. "Di samping itu, kami berharap semoga berbagai kegiatan dan hasil studi yang dicapai proyek APINDO - EU ACTIVE dapat bermanfaat saat CEPA Indonesia dan Uni Eropa dilaksanakan nantinya," papar Agung. Lebih lanjut, Ia mengatakan, "Sektor swasta telah memaparkan posisi yang jelas dalam CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa melalui proyek ini, sekarang giliran pemerintah untuk bergerak,".

Kerjasama antara Indonesia - EU melalui CEPA, diakui Lead Economist APINDO-EU ACTIVE, Riandy Laksono akan memberikan dampak ekonomi, diantaranya memberikan tambahan 0,1% pertumbuhan ekonomi Indonesia pada jangka pendek serta 1,3% GDP Indonesia pada jangka panjang. Sementara itu, produksi industri ringan juga meningkat sebesar 5% dengan peningkatan surplus perdagangan hingga USD 2 miliar, termasuk meningkatkan upah sekitar 1,5%. Liberalisasi perdagangan dan investasi yang komprehensif juga diperkirakan mampu mengurangi kemiskinan, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih produktif.

Dari perspektif bisnis, kerjasama CEPA dengan Uni Eropa dianggap menjadi saluran yang efektif dalam mengeksplorasi dan menciptakan peluang pasar baru bagi dunia usaha. "CEPA dengan Uni Eropa diperlukan untuk menjaga keunggulan kompetitif Indonesia dari negara ASEAN lainnya. Kita juga akhirnya memiliki kesempatan untuk menegosiasikan relaksasi hambatan non-tariff yang selama ini menyandera potensi optimal perdagangan kita dengan Uni Eropa, " terang Riandy.

Dalam position papernya, APINDO memberikan ulasan serta rekomendasi yang nantinya dapat dimasukkan dalam proyek negosiasi Indonesia - EU CEPA, khususnya mengenai perdagangan barang (tarif dan hambatan non-tarif), perdagangan jasa, investasi, public procurement, Intellectual Property Rightas (IPR) dan Competition Policy, Agriculture Subsidy, serta Cooperation dan Capacity Building.






Kamis, 18 Desember 2014 |