Pemagangan di Indonesia menjadi sorotan dunia

Pemagangan di Indonesia menjadi sorotan dunia. The Global Apprenticeship Network (GAN) menilai, program pemagangan yang ada di Indonesia mampu meningkatkan jumlah tenaga kerja muda. Berdasarkan National Labor Force Survey, pengangguran usia muda di Indonesia menempati rangking tertinggi di kawasan Asia Pasifik dengan prosentase sebesar 71,3%. Merujuk pada Roadmap Perekonomian APINDO, Indonesia memerlukan 15,5 juta lapangan kerja pada periode 2014 - 2019 untuk menyerap 8,3 juta tambahan angkatan kerja plus pengangguran tahun 2013 sebesar 7,2 juta. Untuk itu, pemagangan menjadi program krusial bagi negeri ini dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan.

Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan, skills mismatch antara ouput pendidikan dengan kebutuhan industri masih menjadi persoalan lama dan terus berlangsung sampai saat ini, tidak saja bagi lulusan pendidikan umum namun juga lulusan pendidikan kejuruan. Lemahnya link and match ini dikarenakan pengetahuan dan keterampilan teknis yang dihasilkan dunia pendidikan kurang memenuhi kualifikasi industri. Ia menambahkan, "Sebuah industri tentu tidak bisa mengabaikan keterampilan teknis seorang pekerja, namun pada prakteknya, soft-skill juga sangat menentukan kinerja perusahaan. Oleh karenanya, pemagangan dinilai menjadi program yang sangat diperlukan dalam memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan teknis para lulusan, termasuk menerapkan soft-skill dalam dunia kerja yang sesungguhnya,".

Pemagangan yang berkualitas, diakui Direktur Eksekutif GAN Shea Gopaul, memainkan peran kunci dalam membawa kaum muda ke dalam angkatan kerja dan memastikan ketersediaan pekerja yang dilengkapi dengan keterampilan bisnis yang diperlukan. "Pemagangan meningkatkan jumlah tenaga kerja usia muda ke dalam pelatihan. Dengan menghubungkan kelas dan pelatihan tempat kerja, orang muda tidak hanya memperoleh keterampilan yang relevan, tetapi mereka juga belajar bagaimana menerapkannya di dunia nyata. Pelatihan kerja terus disesuaikan dengan perubahan teknologi terkini, praktek kerja dan dinamika pasar," ujar Shea.

75 juta usia muda hadapi krisis pengangguran global

Pada tingkat global, krisis pengangguran usia muda juga dirasakan mengingat 75 juta dari usia muda merupakan pengangguran. Hingga tahun 2020, diprediksi dibutuhkan 600 juta pekerjaan produktif dan di sisi lain, 290 juta usia muda tidak berada di dalam dunia kerja maupun di dunia pendidikan ataupun masa pelatihan.

Laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) dalam World Employment and Social Outlook - Trends 2015 juga menyebutkan jika tingkat pengangguran global akan terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, pemagangan dinilai sebagai salah satu upaya dunia, termasuk Indonesia, dalam menciptakan lapangan kerja bagi usia muda, selain memperbaiki kualitas dari pekerjaan itu sendiri.

Melihat kondisi tersebut, APINDO memandang perlunya mengembangkan Indonesia National Apprenticeship Network (INAN) yang merupakan jaringan pemagangan nasional di lingkungan usaha. INAN merupakan bagian dari GAN yang berpusat di Jenewa dan diresmikan pada Kamis (28/5/2015) dengan memaparkan berbagai pengalaman terbaik pemagangan (best practices) dari beberapa perusahaan Indonesia. Buku panduan dalam menjalankan praktek pemagangan juga diluncurkan dalam acara ini.

Hadirnya INAN, diakui Direktur Eksekutif APINDO Agung Pambudhi, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pemagangan bagi dunia usaha. Selain itu, INAN juga memfasilitasi untuk berbagi pengalaman terkait praktek pemagangan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kerangka kebijakan pemagangan nasional mendatang. "Pemagangan bukan dilihat sebagai relasi pemberi kerja dan pencari kerja, namun merupakan relasi antara pencari keterampilan dengan penyedia keterampilan yang dilakukan di lingkungan pekerjaan," ungkapnya.

Pemagangan memberikan kontribusi bagi kedua belah pihak, baik tenaga kerja muda sebagai peserta magang maupun perusahaan. Melalui program pemagangan, maka pemagang sebagai calon tenaga kerja mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di perusahaan atau industri. Sementara itu, perusahaan juga dapat memenuhi kebutuhannya untuk memperoleh tenaga kerja terampil yang sesuai standar perusahaan.

Inisiatif APINDO dalam mendukung program pemagangan di perusahaan juga dilengkapi dengan pelaksanaan survei bersama dengan konsultan ILO terkait praktek pemagangan yang dilakukan oleh perusahaan - perusahaan di wilayah Jabodetabek dan kota Balikpapan. Beberapa perusahaan tercatat memberikan kesempatan kepada para calon tenaga kerja difabel untuk mengikuti program pemagangan.

Hasil survei tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah buku yang menampilkan berbagai aspek dalam pemagangan, diantaranya rekrutmen peserta magang, program dan rentang waktu pemagangan, pelaksanaan pemagangan, sertifikasi, rekrutmen pekerja dari hasil pemagangan, dan sebagainya.



Pemagangan di Indonesia menjadi sorotan dunia



Kamis, 28 Mei 2015 |