Kemitraan Berbasis Rantai Nilai Bisnis, Strategi Atasi Kesenjangan Ekonomi

Sebagai strategi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, perlu adanya kesempatan berusaha  melalui jalur kemitraan usaha besar dan UMKM yang berbasis rantai nilai bisnis. Kesiapan berusaha dengan menggunakan jalur pendidikan kewirausahaan terapan juga dinilai menjadi salah satu upaya dalam mengurangi ketimpangan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pertimbangan APINDO, Sudhamek AWS dalam CEO Gathering APINDO, Jumat (28/7/2017). CEO Gathering bertema "Komitmen APINDO dalam Mengurangi Ketimpangan Ekonomi Melalui Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah" dihadiri Anggota Luar Biasa APINDO dan sejumlah Pengurus APINDO.

Sudhamek memaparkan sejumlah kemitraan yang siap diluncurkan Pemerintah, diantaranya dengan meluncurkan SPBU Mini yang ada di 27 lokasi di Jawa Barat dan Banten, termasuk pelatihan bengkel motor dan mobil yang bekerjasama dengan SMK setempat dan melibatkan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang otomotif.

Usaha Peternakan dan penggemukan domba di Jawa Tengah (Tegal, Wonosobo, Temanggung) dan Jawa Barat (Bogor) juga menjadi salah satu kemitraan berbasis nilai rantai bisnis yang dapat dikembangkan pada usaha kecil dan menengah. Selain itu, kemitraan juga dijalin antara Indomaret dengan pesantren di Jawa Tengah.Kemitraan dengan pihak Perhutani dilakukan pada beberapa sektor, diantaranya budidaya kacang tanah di Jawa Tengah, Penanaman Sengon di Jawa Timur atau Teluk Jambe, Penanaman Jagung di Jawa, dan Tambak Udang di Jawa Barat.

 






Senin, 31 Juli 2017 |