Investasi Asing dan keuntungan Indonesia dalam iklim lebih kondusif bagi investasi

Kerangka regulasi di Indonesia sudah menjadi lebih kondusif untuk investasi. Perbaikan permasalahan birokrasi dan ijin usaha akan mendorong penguatan perekonomian formal. Saat semua permasalahan tersebut diselesaikan, investasi asing bermanfaat bagi perekonomian Indonesia dalam hal produktivitas, teknologi dan praktek manajemen. Investasi akan menjadi kekuatan bagi pertumbuhan dan reformasi di Indonesia. Sekarang adalah saaatnya untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani menyatakan jika pemerintahan baru optimis mengejar ambisi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi rata - rata sebesar 7% dalam lima tahun kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Laporan BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2015 sebesar 4.71%. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah memfokuskan pada pengembangan infrastruktur. Meskipun demikian, pemerintah menghadapi tantangan untuk mengejar proyek ambisius infrastruktur tersebut karena adanya kebutuhan dana untuk proyek tersebut melebihi kemampuan pemerintah. "Namun demikian, tantangan ini dapat dilihat sebagai kesempatan investasi bagi komunitas bisnis dalam menjalankan Kemitraan Pemerintah Swasta," ucapnya.

Hariyadi juga menyebutkan bahwa perekonomian Indonesia memang telah diarahkan untuk pencapaian target investasi tinggi. Disisi lain, beberapa lembaga pemeringkat investasi juga telah menaikkan peringkat kredit Indonesia tahun ini. "Indonesia sudah lama terlepas dari aliran modal keluar saat terjadi krisis keuangan Asia. Saat ini, Indonesia telah menjadi tujuan bagi para investor dari Singapura, Jepang, Amerika Serikat yang sekarang menjadi investor terbesar Indonesia,"

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah Indonesia dan Roadmap Perekonomian APINDO yang merekomendasikan penciptaan tiga juta lapangan kerja setiap tahunnya dalam kurun waktu 2014 - 2019, APINDO menyadari pentingnya program kemitraan internasional yang menjadi forum strategis dalam mendorong tercapainya target investasi. "Kerjasama diupayakan untuk mentransformasikan jaringan internasional dan nasional APINDO ke dalam kemitraan strategis antara pelaku usaha domestik dan internasional dengan penciptaan bisnis yang menyediakan lapangan kerja di Indonesia," ungkap Hariyadi.

Untuk membentuk kemitraan internasional, Ketua APINDO Bidang Hubungan Internasional dan Investasi, Shinta W. Kamdani mengatakan, APINDO meresmikan International Partnership Service Center (IPSC) untuk memfasilitasi perusahaan nasional dan asing terkait aktivitas business match making, mempererat jaringan kerjasama, serta mempercepat proses perdagangan dan investasi. "IPSC secara signifikan membangun kemitraan strategis antara pelaku usaha nasional dan internasional yang dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, akuntabel, dan kompetitif serta meningkatkan investasi di Indonesia," ujarnya menambahkan.

Shinta mengatakan IPSC akan menyediakan berbagai pelayanan bagi para investor, diantaranya informasi bisnis (Market Intelligence) untuk sektor atau komoditas tertentu, mempertemukan partner bisnis nasional dan internasional, pertukaran informasi peluang bisnis yang efektif, fasilitas layanan konsultasi bagi pelaku usaha dari multi aspek, termasuk upaya mengurangi hambatan atas pelaksanaan investasi dan kemitraan serta kegiatan lain yang mendukung pengembangan Kemitraan Internasional.






Senin, 15 Juni 2015 |