APINDO Ajak Pengusaha Go Public

Dalam rangka pengembangan Pasar Modal Indonesia dan pemberian edukasi mengenai alternatif permodalan bagi pelaku dunia usaha, APINDO Bidang Pasar Modal menggandeng APINDO Provinsi Sumatera Utara  (Sumut) dan bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan Workshop Go Public dengan tema "Siapa Takut Go Public?", di Medan, Selasa (26/3).

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 160 orang tersebut, dibuka oleh Ketua APINDO Sumut, Parlidungan Purba yang menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin dan mengharapkan dengan semakin bertambahnya perusahaan yang go public dapat mendorong kemajuan perekonomian Sumut.

Ketua APINDO bidang Pasar Modal yang merupakan Ketua Tim Pengkajian AEI, Gunawan Tjokro dan Plt Sekretaris Daerah Perwakilan Sumut, Agus Priyono juga berkesempatan hadir dan menyampaikan apresiasi serta dukungannya atas penyelenggaraan acara tersebut.

Workshop diisi dengan paparan dari berbagai narasumber, yakni Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal OJK, Risca Bernadetta yang menjelaskan proses penawaran umum saham (IPO) dan manfaat yang dapat dirasakan perusahaan yang melakukan IPO yakni mendapatkan pendanaan yang fleksibel, struktur permodalan dan keuangan ekspansi dan modal kerja serta adanya intensif pajak 5% bagi perusahaan yang kepemilikan publik minimal 4% dan memenuhi persyaratan tertentu lainnya.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Goklas Tambunan mengulas tentang peluang pendanaan perusahaan menuju pertumbuhan yang optimal melalui pasar modal Indonesia. Salah satu opsi pendanaan dilakukan melalui pasar modal dengan melibatkan investor publik. Pendanaan memiliki peran penting untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mempercepat pertumbuhan perusahaan. Berbeda dengan pendanaan melalui keluarga dan rekan atau pemilik perusahaan dikondisikan dengan kondisi cash flow induk, tidak dibatasi tenor dan pengembalian yang fleksibel. Melalui penjamin bank rata-rata tenor 4-5 tahun, akses jumlah pendanaan relatif terbatas dan dibatasi oleh debt to equity ratio. Sedangkan surat hutang  rata-rata tenor 1-10 tahun, akses jumlah pendanaan luas dan dibatasi debt to equity ratio.

Direktur Panin Sekuritas, Prama Nugraha memberikan bagaimana kiat-kiat persiapan untuk IPO. Ada beberapa tahap IPO yakni persiapan IPO, pendaftaran pencatatan efek di BEI, pernyataan pendaftaran ke OJK, penentuan struktur IPO serta Listing. Dokumentasi yang perlu disiapkan dalam melakukan pendaftaran IPO yakni aspek keuangan, legal dan keterbukaan.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan dua direktur utama yang membagikan success story dalam pengembangan perusahaan setelah go public, yaitu PT Mark Dynamics Indonesia Tbk dan PT Mahkota Group Tbk.


APINDO Ajak Pengusaha Go Public



Selasa, 26 Maret 2019 |