Apindo Berharap Tarif Listrik Industri Terus Terun



Metrotvnews.com, Semarang: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng) berharap tarif listrik nonsubsidi untuk golongan industri terus menurun paling tidak antara 30-40 persen. Penurunan ini dianggap penting karena berkaitan dengan peningkatan daya saing industri di dalam negeri.

"Kami berharap bisa terus turun secara bertahap, dengan begitu produksi dari Indonesia akan lebih berdaya saing di pasar global," kata Ketua Apindo Jateng Frans Kongi, seperti dikutip dari Antara, di Semarang, Rabu (6/1/2016).

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi penurunan tarif listrik nonsubsidi yang dilakukan oleh pemerintah pada awal Januari. Untuk tarif listrik golongan industri skala menengah turun dari Rp1.104,73 per kWh menjadi Rp1.007,15 per kWh.

Sedangkan untuk tarif listrik di tegangan tinggi atau untuk industri skala besar turun dari Rp1.059,99 per kWh menjadi Rp970,35 per kWh.

"Penurunan yang belum mencapai 10 persen itu cukup meringankan beban perusahaan dari sisi ongkos produksi. Meski demikian, kami berharap agar penurunan bisa berkelanjutan agar dapat berdampak pada penurunan harga produksi," ujarnya.

Menurut dia, hingga saat ini tarif listrik berkontribusi 20 persen dari seluruh ongkos produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. "Yang paling tinggi adalah bahan baku yaitu mencapai 50 persen. Mengenai tarif listrik itu meski tidak setinggi bahan baku tetapi fluktuasinya tetap berpengaruh," pungkasnya.

Sumber: Metronews.com
Klik di sini

photo gallery

Rabu, 06 Januari 2016 |